Make your own free website on Tripod.com
Dunia bisnis | Sifat emosional | Sifat detail orented |



MENGHADAPI ATASAN WANITA®

Dunia bisnis dimasa ini sangat menekannya pentingnya professionalisme. Akan tetapi walaupun tetap menjunjung tinggi professionalisme, ada kalanya seseorang tidak dapat melepaskan kodratnya sebagai seorang wanita atau pria didalam dunia kerja sehari hari. Wanita, dalam jumlah yang signifikan, telah memasuki dunia bisnis, dan menaiki jenjang karir dengan mantap hingga sampai pada titik-titik puncak berbagai organisasi.
Atasan-atasan wanita, dengan beragam latar belakang dan pengalaman, pada umumnya memiliki beberapa karateristik yang lebih menonjol atau berlainan dengan rekan rekan prianya.
Merupakan suatu keuntungan bagi kita, bila dapat memahami perbedaan perbedaan ini dan menggunakannya untuk dapat bekerja sama, membantu dan mendukung atasan wanita kita dengan lebih baik. Beragam karakteristik yang dimiliki oleh pemimpin wanita ada yang merupakan kelebihan ada pula yang merupakan kelemahan. Dari kelebihan kelebihan yang dimiliki, kita dapat menarik manfaat dan pelajaran yang sangat berharga. Akan tetapi ingatlah selalu bahwa sebagai bawahan, salah satu tugas kita yang terpenting dan yang juga sangat krusial bagi perkembangan karir kita sendiri adalah mengidentifikasi kelemahan atasan dan membantu mengatasinya sehingga tidak berefek negatif pada kinerja pekerjaan.
Dibawah ini adalah beberapa karakteristik yang walaupun tidak selalu, sering kali diasosiasikan dengan atasan-atasan wanita:




Kembali Keatas

a. Sifat: Emotional®

" Dalam mengambil keputusan. Jika atasan anda masuk kedalam kategori ini, anda harus benar benar memperhatikan bahkan "mengawasi", sebab tak jarang seorang atasan yang karena terlalu emosi lantas langsung mengambil keputusan tanpa memperhatikan pertimbangan-pertimbangan yang ada. Biasanya ini dialami jika mereka dikejar oleh date-line yang mepet. Ingatlah bahwa keputusan yang diambil secara tergesa-gesa tidak selamanya memberikan hasil yang baik. Sebagai bawahan yang baik kita harus mampu menenangkan, dan memberikan pertimbangan-pertimbangan rasional yang cukup membantu kepada atasan. Pada saat seperti ini seorang atasan benar-benar membutuhkan dukungan "support" dari bawahannya. Tunjukan kalau anda mampu untuk memberikan hal itu. Bantulah atasan anda dalam menyelesaikan pekerjaannya agar dapat selesai pada waktunya. Ingatlah bahwa atasan akan terus mengingat apa yang telah anda lakukan baginya. Pada sisi lain, jika anda membutuhkan keputusan atasan, lakukan itu diwaktu emosinya sedang tenang, sehingga beliau dapat berpikir dengan lebih rasional.
mendukung atasan sewaktu beliau memiliki masalah atau tugas tugas keluarga. Anda harus membiasakan untuk dapat mengisi kekosongan yang timbul jika beliau berhalangan. Misalnya, jika atasan anda pada hari tertentu harus pulang kantor tepat pukul 5, sesuaikanlah jadwal anda agar dapat tinggal dikantor agak sedikit lama, sehingga sewaktu bos atasan anda membutuhkan atau menanyakan sesuatu, anda dapat menanganinya. Hal seperti ini tentunya akan sangat dihargai oleh atasan anda, karena sebagai bawahan anda merupakan pendukung yang dapat dihandalkan.

Kembali Keatas

b. Sifat: Detail oriented

Atasan yang seperti ini biasanya adalah seorang atasan yang sudah punya patokan-patokan tersendiri dalam menyelesaikan suatu pekerjaan. Memperhatikan sampai hal yang terkecil-kecilnya dalam semua hasil pekerjaan adalah ciri-ciri atasan ini.
Sebenarnya pada atasan yang punya sifat seperti inilah kita bisa mempelajari bagaimana pentingnya suatu kualitas dari pekerjaan. Ada sebuah kutipan dari Lord Chesterfield: "Saya menganjurkan anda untuk memperhatikan hal-hal kecil, karena itu merupakan dasar untuk terjadinya hal-hal besar." Namun tak jarang karena terlalu detail-oriented inilah atasan dianggap terlalu cerewet dan prefeksionis terutama oleh bawahan pria dan hal ini tak jarang sering menimbulkan konflik di tempat kerja.
Andaikan anda sudah mencoba menyelesaikan suatu pekerjaan dengan patokan-patokan dari atasan anda namun ternyata anda tidak sanggup, cobalah cara lain untuk menyelesaikannya tapi dengan hasil sesuai dengan keinginan atasan, andaikan berhasil jangan ragu untuk menyampaikan kepada atasan bahwa anda menemukan cara lain yang lebih baik dan lebih mudah. Sebab sebenarnya yang penting bagi atasan adalah pekerjaan yang mereka berikan harus selesai tepat waktu dengan hasil yang sempurna sesuai dengan harapannya.